Dalam puisi ini penyair mengangkat tema tentang kerinduan kepada kekasih. Terbukti pada baris-barispuisi berikut ini: Kuntum. Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu. Kemudian dikuatkan lagu lewat baris puisi berikut: Kerinduan bagai awah gunung berapi. Sarat letupan.
Puisi kerinduan pada kekasih; Puisi tabir kerinduan; Daya kerinduan itu perlu diwujudkan pada kehendak ataupun keputusan serta harapan untuk melakukan tindakan cinta, jadi jangan hanya rindu-rindu jika memang cinta, tetapi di buktikan dengan cara tersendiri. yuk kita simak saja puisi kerinduan berikut ini. PUISI KERINDUAN Karya : DewyRose Demikianlah kumpulan puisi tentang kata kata rindu kekasih tercinta. Simak/baca juga puisi-puisi rindu atau kata rindu yang lain di blog ini, semoga puisi tentang rindu diatas menghibur dan bermanfaat bagi pembaca yang sedang merasakan kerinduan kepada kekasih. Sampai pada tema puisi selanjutnya. Waktu perdetik ku hayati. Dan jika akhirnya berpaling arah. Menggelitik kembali dalam alur kisah. Antara dua sisi pandang yang bertabur. Dari jarakku menatap hari. Candu itu adalah, Tatkala teduh aku menjagamu disetiap ku kayuh do'a bersama Allah Ta'ala. Puisi Memeluk RinduOleh: Khoirul Umam. Tiada cinta yang suci, kecuali cinta -Nya padamu. Tiada rindu yang agung, kecuali rindu-Nya untukmu. Kun Fayakun-Nya menciptakanmu sebelum langit dan bumi ada. Menciptakan lautan cahayamu yang mulia. Kebaikan ciptaan selainmu hanya setetes dari lautan cahayamu. Puisi- puisi demonstrasi yang terbit sekitar tahun 1966 banyak yang menyuarakan keadilan sosial (Waluyo, 1987). Perasaan. Puisi merupakan karya sastra yang paling mewakili ekspresi perasaan penyair. Ekspresi itu dapat berupa kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan kepada kekasih, kepada alam, atau sang Khalik.Kumpulan beragam puisi cinta terbaik yang dapat Bunda jadikan pilihan untuk diberikan kepada pasangan. Kekasih. Berikut puisi cinta pendek karya WS Rendra yang berjudul Kekasih. Sajak Putih adalah salah satu puisi tentang cinta karya Chairil Anwar dari buku berjudul Deru Campur Debu yang diterbitkan oleh Yayasan Pembangunan tahun 1959.