diperhatikanadalah tahapan/proses pembuatan dalam membuat karya pengolahan agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman digunakan, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, aman bagi kehidupan manusia. Dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan, yang harus diperhatikan adalah apa
Uploaded bychoenoor 100% found this document useful 1 vote1K views6 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 1 vote1K views6 pagesPengolahan Minuman SegarUploaded bychoenoor Full descriptionJump to Page You are on page 1of 6Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
4 Tahapan Pembuatan Jus Wortel dan Tomat. Pembuatan minuman kesehatan jus wortel dan tomat yang akan diuraikan berikut ini merupakan contoh, bukan harus dibuat. Adapun yang harus diperhatikan adalah tahapan/proses pembuatan dalam membuat karya pengolahan agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat
Letak geografis Indonesia berada di llintas katulistiwa sehingga memiliki iklim yang baik untuk habitat hidup berbagai tanaman. Negara Indonesia yang memiliki iklim tropis membuat berbagai tanaman buah-buahan mudah tumbuh. Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang menghasilkan beraneka produk buah-buahan. Buah dapat tumbuh dan berkembang sesuai musimnya yang selalu silih berganti. Kita patut mensyukuri anugerah Tuhan yang tiada tara kepada tanah air kita. Dengan adanya bermacam-macam buah yang berimpah, membuat penduduk Indonesia bisa hidup sehat dan bersemangat, karena buah-buahan baik untuk kesehatan tubuh. Buah merupakan makanan pelengkap dalam menu makanan kita sehari-hari. Setiap orang menyukai rasa dari buah segar dan menjadikannya makanan favorit. Kandungan nutrisi buah yang merupakan makanan alami sangat baik bagi kebugaran dan kesehatan tubuh kita sehari-hari. Agar tubuh selalu bugar dan sehat, para ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan setiap hari agar asupan kebutuhan nutrisi cukup bagi kesehatan tubuh kita. Kandungan nutrisi dalam buah sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Secara umum, kandungan utama yang terdapat dalam buah-buahan, adalah air, vitamin dan mineral, serat, anti oksidan dan karbohidrat. Dengan mengonsumsi buah kebutuhan air dapat terpenuhi. Buah yang memiliki kandungan air yang tinggi sangat tepat jika dikonsumsi pada cuaca yang panas. Buah yang banyak mengandung air antara lain belimbing, semangka, jeruk, melon, nanas dan stroberi. Mengonsumsi buah dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan akan air bagi tubuh kita, apabila kita kurang mengonsumsi air sebanyak 2 liter dalam sehari. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat pada buah dapat membantu metabolism kerja sel dalam tubuh. Kekurangan vitamin dan mineral menyebabkan metabolism tubuh tidak berjalan dengan baik sehingga dapat mengganggu kebugaran tubuh. Dengan mengonsumsi buah-buahan kebutuhan serat oleh tubuh dapat terpenuhi. Serat berguna dalam proses pencernaan. Beberapa buah-buahan yang memiliki kandungan serat tinggi antara lain pisang, apel, jeruk dan alpukat. Buah yang kaya akan serat baik untuk menu diet dan dapat menghindarkan dari resiko penyakit jantung dan stroke. Selanjutnya, buah-buahan juga mengandung anti oksidan, yaitu zat yang berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas. radikal bebas adalah zat yang muncul akibat aktivitas lingkungan yang berlebihan seperti polusi kendaraan, asap rokok, radiasi dan sebagainya. buah-buahan yang banyak mengandung anti oksidan antar lain stroberi, anggur, jeruk. Pada buah juga terkandung karbohidrat yang berguna sebagai sumber tenaga agar tubuh dapat melakukan aktivitas. Buah memiliki karbohidrat kompleks yang terdiri dari glukosa dan fruktosa. Tubuh manusia membutuhkan karbohidrat 55 %-56 % dari total asupan kalori dalam sehari. Buah dengan kandungan karbohidrat diatas 50 % adalah pisang, apel, sawo dan srikaya. A. Pengertian Buah Segar Buah-buahan merupakan menu penting makanan sehari-hari kita, karena buah memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Secara harfiah pengertian dari buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan sudah dapat dikonsumsi secara langsung. Buah segar dapat dimakan langsung tanpa diolah terlebih dulu, karena rasanya sudah beraneka, segar, bentuk dan warnanya menarik. Buah merupakan salah satu ciptaan tuhan yang sangat patut kita jaga dan lestarikan agar buah dapat dinikmati oleh umat manusia sepanjang masa. Buah segar termasuk makanan yang sangat disukai karena kaya nutrisi yang baik untuk pertumbuhan, kesehatan dan kecantikan tubuh manusia.
Bahandasar yang digunakan untuk membuat gerabah adalah tanah liat. Sebelum dibuat gerabah, tanah liat tersebut diproses terlebih dahulu dalam beberapa Berikut ini yang tidak termasuk dalam tahapan pada proses pembuatan karya pengolahan adalah June 24, Proses p?at dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. a. Ambil segumpal tanah liat
Sistem Informasi Manajemen Discover the world’due south enquiry xx+ 1000000 members 135+ one thousand thousand publications 700k+ research projects Join for free Tahap-Tahap Pengembangan Sistem Informasi Terlepas dari perbedaan karakteristik yang melatarbelakangi ketiga jenis pengembangan tersebut, secara garis besar ada enam tahap yang biasa dijadikan sebagal batu pijakan atau model dalam melaksanakan aktivitas pengembangan tersebut, yaitu perencanaan, analisis, desain, konstruksi, implementasi, dan pascaimplementasi seperti digambarkan pada diagram di bawah ini. Gambar Konsep Pengembangan Sistem Informasi Secara umum tahapan informasi sbb Survei sistem / preliminary Analisis Sistem Desain Sistem Pembuatan Sistem Implementasi Sistem Pemeliharaan Sistem I. Survei Sistem Preliminary A. Identi’kasi permasalahan, peluang atau arahan Investigasi awal untuk melihat kebutuhan pengguna. Berikut ini contoh investigasi awal. B. De’nisi Lingkup Granderja Untuk mengetahui ruang lingkup aplikasi yang akan dikembangkan beserta rencana tahapan pengembangan mulai dari nol atau image C. Penyusunan Proposal Proposal yang disusun mencakup gambaran umum pelaksanaan proyek, jadwal pelaksanaan, rincian biaya, aplikasi yang akan dikembangkan, analisis keuntungan dan metodologi yang akan dipakai Proposal dinilai oleh klien dalam hal Kelayakan operasional Apakah secara operasional, sistem yang diusulkan dapat dilaksanakan dengan sumber daya manusia yang tersedia, metode training yang ditawarkan, layanan purna jual/pemeliharaan serta e’siensi dan efekti’tas sistem usulan Kelayakan teknis Apakah hardware, softwareastward yang diusulkan tersedia, jadwal pelaksanaan proyek sibel, dab bagaimana dengan sistem keamanan data Kelayakan ekonomis Menyangkut biaya pembuatan, implementasi, dan keuntungan/bene’t yang diperoleh II. Analisis Sistem Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang mendekomposisi sebuah sistem menjadi komponen- komponen penyusunnya dalam rangka mempelajari lebih jauh bagaimana komponen sistem tersebut bekerja dan berinteraksi dengan komponen lainnya untuk suatu tujuan tertentu. Desain sistem sintesis sistem adalah kelanjutan dari teknik pemecahan masalah yang merangkai kembali komponen- komponen sistem menjadi satu kesatuan sistem yang utuh dengan harapan telah terbentuk perbaikan sistem. Analisis sistem dapat diartikan juga sebagai proses untuk memahami sistem yang ada dengan menganalisis jabatan dan uraian tugas business users, proses bisnis business process, ketentuan/aturan yang ada business rules, masalah dan mencari solusinya business organization issues & solutions, business concern tools dan berbagai rencana perusahaan business plans Pendekatan analisis sistem biasanya include dalam metodologi pengembangan sistem, misal pendekatan Structured Assay Design, Information Engineering, Object-Oriented Analysis, Accelerated Analysis, Requirements Discovery, Concern Process Reengineering, FAST, dll Alasan perlunya analisis sistem Sebagai Trouble solving, yakni mengasumsikan sistem lama tidak berfungsi sesuai kebutuhan dan memerlukan perbaikan untuk dapat digunakan secara baik Kebutuhan baru dalam organisasi, sehingga perlu dilakukanorth modi’kasi sistem Teknologi baru Keinginan meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan Akti’tas dalam analisis sistem hendaknya dapat menjawab pertanyaan umum berikut Sistem baru apa yang akan dibangun? Sistem apakah yang akan dimodi’kasi atau ditambahkan pada sistem lama Sebelum melakukan analisis sistem, hendaknya susun rencana tentang Batasan analisis, fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajari selama analisis, sumber dimana fakta dapat diperoleh, tujuan dan kendala yang mungkin dalam analisis, proyeksi kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis, dan jadwal tentatif analisis Sumber-sumber fakta analisis sistem Sistem yang ada. Sumber internal lain orang, dokumen, hubungan antar orangorganisasi atau fungsi yang ada Sumber eksternal Interface dengan sistem luar, seminar, vendor, jurnal, textbook, dll Aspek-aspek yang dianalisis dalam analisis sistem Concern users Analisis Jabatan Proses bisnis business process, Ketentuan/aturan yang ada business rules, Masalah dan mencari solusinya business concern issues & solutions, Business concern tools Rencana perusahaan business plans Iii. Desain Sistem Analisis sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan what ?. Desain sistem digunakan untuk menjawab pertanyaan how ?. Desain berkonsentrasi pada bagaimana sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis Manfaat desain sistem adalah memberikan gambaran rancang bangun blueish print yang lengkap, sebagai penuntun guideline bagi programmer dalam membuat aplikasi Sistem informasi yang terkomputerisasi setidaknya terdiri dari Hardware terdiri dari komponen input, proses, output, dan jaringan Software terdiri dari sistem operasi, utilitas, dan aplikasi Data mencakup struktur information, keamanan dan integritas data Prosedur seperti dokumentasi, prosedur sistem, buku petunjuk operasional dan teknis Manusia pihak yang terlibat dalam penggunaan sistem informasi Beberapa hal yang dilakukan dalam desain sistem adalah Pemodelan sistem Desain Footing data Desain Aplikasi Desain Perangkat Keras/Jaringan Desain Jabatan/Deskripsi Pengguna IV. Pembuatan Sistem Buatlah aplikasi berdasarkan rancangan yang telah dibuat Selain aplikasi, buatlah juga buku panduan penggunaan aplikasi agar mudah saat melakukan training pada saat implementasi. Lakukan testing aplikasi, diantaranya Testing performa Testing program logic / sintaks Testing implementasi bisnis rules Testing faktor manusia Testing bisnis proses / prosedur Testing e’siensi input Testing ouput V. Implementasi Sistem Sebelum implementasi, lakukanlah persiapan secara matang mengenai perangkat keras, perangkat lunak, ruangan dan fasilitas pendukung lainnya. Beberapa hal yang juga penting diperhatikan dalam implementasi sistem adalah Konversi Biasanya diperlukan konversi dari sistem lama ke sistem baru, apalagi jika sebelumnya juga telah menggunakan aplikasi terkomputerisasi Pelatihan Lakukan pelatihan secara menyeluruh untuk setiap pihak yang menggunakan. Jangan lupa lakukan sosialisasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam sistem namun tidak menggunakan aplikasi sistem secara langsung. Testing Penerimaan Lakukan testing selama periode tertentu sebagai proses belajar. Pemeliharaan Sistem Tahapan pemeliharaan sistem mencakupward seluruh proses yang diperlukan untuk menjamin 1000elangsungan, kelancaran, dan penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan. Beberapa hal yang harus dilakukan Pemantauan pengoperasian Libatkan tim pengembang untuk memantau secara langsung pada waktuwaktu tertentu mengenai bagaimana pihak-pihak pengguna mengoperasikan sistem yang dibuat. Antisipasi gangguan kecil problems Biasanya selalu ada gangguan kecil dalam suatu aplikasi yang baru dikembangkan. Lakukan penyempurnaan Antisipasi faktor-faktor luar Virus, kerusakan/yardehilangan data, atau sistem diakses oleh pihak luar Contoh penerapan sistem informasi keuangan yang berkualitas harus memenuhi unsur unsur seperti Relevan Akurat dan bisa dipertanggung jawabkan Tepat waktu Lengkap Materialitas Mudah Dipahami Bebas dari bias Bisa dibandingkan dengan laporan sejenis Formal dan substantif Konsisten dari waktu kewaktu Informasi keuangan yang disajikan berbentuk laporan khusus dan dilaporkan rutin secara periodik. Informasi keuangan tersebut diolah dari seluruh data keuangan baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Pengembangan Sistem Informasi bidang KEUANGAN Sistem informasi manajemen keuangan terdiri atas beberapa cabang subsistem didalamnya, diantaranya adalah subsistem input keuangan dan subsistem output keuangan sistem informasi keuangan A. Subsistem Input Keuangan Subsistem input keuangan terdiri dari 1. Subsistem informasi akuntansi Subsistem informasi akuntansi merupakan salah satu bagian dari sistem informasi manajemen yang bertujuan untuk menyediakan dan menyajigrandan informasi keuangan berupa data data akuntansi. Biasanya hal ini dikenal dengan nama sistem informasi akuntansi. Data akuntansi akan mencatat hal hal yang berhubungan dengan keuangan perusahaan. Dimulai dari mencatat seluruh transaksi termasuk menjelaskan transaksi apa, kapan waktu transaksi dilakukan, siapa yang melakukan, berapa nilai transaksi yang dilakukan dan hal lainnya. 2. Subsistem Audit Internal Subsistem audit internal bertujuan untuk memeriksa dengan melakukan inspect terhadap kondisi keuangan perusahaan. Inspect pada subsitem audit disini adalah audit internal perusahaan saja. Dilakukan oleh accountant internal perusahaan. Bukan auditor dari luar perusahaan. Subsistem inspect membantu perusahaan dalam mengontrol, mengawasi dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Audit memungkinkan adanya temuan penyimpangan dan pelanggaran yang mungkin terjadi pada operasional perusahaan, terutama yang berhubungan dengan alur keuangan. Audit internal bisa jadi adalah sistem pengendalian internal yang utama bagi perusahaan. iii. Subsistem Intelejen Keuangan Subsistem intelejen keuangan merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan information dan informasi dari internal ataupun eksternal perusahaan yang bisa berpengaruh pada arus kas perusahaan. Sistem ini memberikan opsi alternatif sumber pendanaan sebagai sumber sumber keuangan perusahaan dari luar yang bisa menambah jumlah dana perusahaan. B. Subsistem Output Keuangan Subsistem output keuangan setidaknya terdiri dari 1. Subsistem Peramalan Keuangan Subsistem peramalan keuangan akan memprediksi dan memberikan proyeksi terhadap kondisi keuangan dimasa yang akan datang, memberikan gambaran dalam penyusunan perencanaan strategis perusahaan. Westaktu akan terus berputar, perubahan perubahan kondisi internal maupun kondisi eksternal perusahaan niscaya akan terjadi dimasa yang akan datang. Permintaan pasar, hambatan hambatan, kapasitas produksi dan kondisi keuangan perusahaan akan mengalami perubahan dari waktu kewaktu. Subsistem peramalan keuangan akan membaca hal tersebut dengan menggunakan metode kuantitatif atau metode peramalan non-kuantitatif dalam melakukan peramalan. Metode peramalan kuantitatif melibatkan hubungan antara variabel terikat kegiatan yang akan diramal dengan variabel bebas kegiatan lain. Contoh regresi bivariate, regresi sederhana, regresi multivariate. Metode peramalan not-kuantitatif tidak melibatkan perhitungan dengan angka, namun berdasarkan pada pandangan penaksiran yang subyektif. Seperti metode delphi, teknik consensus panel. 2. Subsistem Manajemen Dana Subsistem ini berhubungan dengan pengaturan arus kas perusahaan. Subsistem manajemen dana mengatur arus kas perusahaan dalam kondisi yang seimbang positif. Mengawasi arus kas masuk dan arus kas keluar agar sesuai dengan arus kas yang telah direncanakan sebelumnya. Sedikit penyimpangan akan membuat arus kas perusahaan tidak lancar dan membuat perencanaan yang telah disusun sebelumnya tidak bisa dieksekusi dengan baik oleh manajemen. iii. Subsistem Pengendalian Keuangan Subsistem pengendalian keuangan merupakan sistem pengendalian yang mengawasi dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan keuangan yang diambil oleh manajemen perusahaan. Subsistem pengendalian thousandeuangan menghasilkan informasi yang menunjukkan penggunaan dana perusahaan. Informasi tersebut bisa dibandingkan anggaran yang telah ditentukan sebelumnya. Apakah penggunaan dana tersebut telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam anggaran atau tidak. Apabila ternyata tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka perlu diadakan evaluasi dan caranya. C. Fungsi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Sistem informasi manajemen keuangan pada sebuah perusahaan setidaknya mempunyai fungsi seperti Menyediakan laporan keuangan untuk manajemen Mengawasi dan menyajikan laporan tentang arus kas perusahaan Melakukan perencanaan keuangan perusahaan. Termasuk perencanaan sumber dana, kegiatan operasional dan kegiatan investasi perusahaan Melakukan pemisahan kekayaan antara kethouayaan perusahaan dan kekayaan pemilik perusahaan Sebagai bahan evaluasi terhadap semua aktivitas keuangan perusahaan Melihat pemaparan diatas, bisa disimpulkan sistem informasi manajemen keuangan bertugas untuk Mendata dan mengidenti’kasi berapa kebutuhan dana perusahaan dimasa yang akan datang Membantu memberikan informasi mengenai cara mendapatkan dana perusahaan Mengawasi, mengontrol dan mengendalikan pengunaan dana tersebut. Dan dalam menjalankan fungsinya, sistem informasi manajemen keuangan harus memperhatikan prinsip yang ada seperti Cepat. Standar akuntansi keuangan harus memberikan data yang dibutuhkan secara cepat dan tepat ketika dibutuhkan. Bahkan penerapan sistem informasi keuangan saat ini sudah mulai mengarah kepada laporan sistem manajemen keuangan berbasis spider web agar informasi bisa diperoleh dengan cepat. Aman. Informasi yang dihasilkan harunited states of america diproses dengan penuh pengawasan dan disimpan sebaik mungkin agar data tidak disalah gunakan. Hemat. Tidak boleh lebih besar pasak daripada tiang. Biaya dalam menjalankan sistem informasi manajemen keuangan harus tidak lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh. Pengembangan Sistem Informasi bidang SDM Karakteristik informasi yang dipersiapakan dalam Sistem Informasi Sumberdaya Manusia adalah i. Timely tepat waktu 2. Accurate akurat 3. Curtailed ringkas four. Relevant relevan v. Complete lengkap Manajer dalam suatu perusahaan memerlukan informasi yang memiliki karakteritik di atas dalam rangka mengambil suatu keputusan a decision making. Fungsi HRIS Fungsi HRIS memiliki empat kegiatan utama yaitu Perekrutan dan Penerimaan Recruiting and Hiring. SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai. Pendidikan dan Pelatihan. Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai. Manajemen Data. SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses information tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai. Penghentian dan Admistrasi Tunjangan. Selama seseorang diperkerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak. Model HRIS Model HRIS dapat dilihat dari Input, Process dan Output. INPUT HRIS terdiri atas three subsistem yaitu SIA Sistem Informasi Akuntansi. SIA menyediakan data akuntansi bagi HRIS sehingga database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil bail keuangan maupun non keuangan. Penelitian Sumber Daya Manusia. Berfungsi untuk mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus. Contoh Penelitian Suksesi succession Report, Analisis dan Evaluasi Jabatan Job Analysis and Evaluation, Penelitian Keluhan Grievance Studies. Intelijen Sumber Daya Manusia. Berfungsi mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan yang meliputi a. Intelijen Pemerintah. Pemerintah menyediakan information dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan. b. Intelijen Pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai southumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan peneriamaan. c. Intelijen Serikat Pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan. d. Intelijen Masyarakat Global. Masyarakat global menyediakan imnformasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan, dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya. due east. Intelijen Masyarakat Keuangan. Masyarakat keuangan memberikan information dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perncanaan personil. f. Intelijen Pesaing. Dalam industri tertentu yang memerlukan pengetahuan dan keahlian yang sangat khusus, seperti industri komputer, sering terjadi perpindahan pegawai dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Beberapa perusahaan memandang pesaing mereka sebagai sumber pegawai baru yang baik, dan mengumpulkan informasi mengenai praktek personalia pesaing, dan mungkin informasi perorangan yang berpotensi untuk direkrut. Kemudian dari model subsistem input HRIS dimasukkan ke dalam suatu database yang telah dirancang oleh perusahaan tersebut. Database HRIS bukan hanya data mengenai pegawai tetapi juga mengenai perorangan dan organisasi dilingkungan perusahaan yang mempengaruhi arus personil. OUTPUT HRIS terdiri atas 6 subsistem yaitu a. Subsistem Perencanaan Kerja. Merupakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja turnover, anggaran biaya tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu sendiri. b. Subsistem Perekrutan. Merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal maupun internal. Informasi-informasi ini diantaranya adalah informasi pasar tenaga kerja, penjadwalan wawamcara, perekrutan dan analisis rekruitmen. c. Subsistem Manajemen Angkatan Kerja. Merupakan informasi– informasi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya manusia di dalam organisasi. Informasi–informasi ini meliputi informasi pelatihan, penilaian atau evaluasi kerja, evaluasi keahlian, karir, realokasi jabatan, suksesi, dan kedisiplinan. d. Subsistem Tunjangan. Merupakan informasi tentang penggajian dan kompensasinya yang meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus, analisis kompensasi dan perencanaan one thousandompensasi. due east. Subsistem Bene’t. Meliputi bene’t yang diterima oleh karyawan. Bene’t berbeda dengan thousandompensasi. Kompensasi lebih 1000e insentif yang dihubungkan dengan kinerja karyawannya, sedang bene’t lebih ke manfaat tambahan yang diterima karyawan sepeti dana pensiun. f. Subsistem Pelapor Lingkungan. Informasi–informasi ini berhubungan dengankeluhan – thoueluhan, kecelakaan selam thousanderja, kesehatan karyawan dan lingkungan kerjanya. HRD Human Resource Department Homo Resources Section bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Pengelolaan dari SDM yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek yaitu a. Seleksi dan Rekrutmen. Bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success pro’le sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center. b. Pelatihan dan Pengembangan Training and Evolution. Yaitu fungsi yang menjaga 1000ualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. c. Compensation and Bene’t. Berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada 1000ondisi pasar. d. Manajemen Kinerja Performance Management. Merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar operation management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi. eastward. Perencanaan Karir Career Planning. Bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing- masing pegawai bekerja vertical path, namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan cross functhin career path atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya horizontal carreer path. f. Hubungan Karyawan Employee Relations. Berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi. g. Separation fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal, forced separation indisipliner, dll, atau early retirement pensiun sebelum masanya. h. Personnel Administration and HRIS. Biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi 60 minutes yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran bene’t lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan. Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab grandebutuhan bisnis dalam organisasi. Pengembangan Sistem Informasi bidang Layanan Informasi Pada zaman yang modern due southeperti sethousandarang ini, kebutuhan akan informasi semakin meningone thousandat. Salah satunya adalah kemudahan dalam mengakses informasi, mutlak diperlukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi konsumen yang kembutuhkan. Dengan hal tersebut, timbul berbagai tuntuan mengenai pelayanan informasi dan pengolahan informasi secara terintegrasi menjadi sangat penting di setiap lembaga, termasuk di suatu rumah sakit. Dengan adanya tuntutan tersebut, maka dibuat pelayanan informasi secara online yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Dilatar belakangi kasus yang sudah dijelaskan, diperlukan suatu sistem aplikasi yang mendukung kegiatan rumah sakit dalam penanganan data pasien dengan tujuan dapat mempermudah pengaksesan informasi dan menge’siensi kan waktu pada saat penanganan information pasien. PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN INFORMASI DAN PENDAFTARAN ONLINE RUMAH SAKIT KARYA MEDIKA BEKASI Perangkat Lunak Software yang dibutuhkan Bahasa Pemrograman PHP Bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML Bahasa Pemrograman SQL Bahasa yang digunakan untuk mengakses information dalam basis data relasional. SQL digunakan sebagai pengelola database aplikasi tersebut. AJaX Ansynchronous JavaScript and XMLHTTP Suatu teknik pemrograman berbasis web untuk menciptakan aplikasi web interaktif CSS Cascading Style Sheet Aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah spider web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam HTML HyperText Markup Linguistic communication Bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web Perangkat Keras Hardware yang dibutuhkan Calculator Server Ram 2GB HDD 500 GB Monitor Flat Printer Keyboard Mouse Metode Pengembangan Sistem SDLC Systems Development Life Cycle Proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan oleh analis sistem dan programer untuk membangun serta mengembangkan suatu sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi tahap perencanaan, tahap analisis, tahap perancangan organization, tahap evaluasi, tahap implementasi system dan pemeliharaan system. Metode Penelitian Melakukan Observasi Mempelajari dan Menganalisis SI Menentukan Permintaan Pemakan SI Memilih Solusi Menentukan Hardwareastward & Software Merancang SI yang Baru Membangun SI yang Baru Mengkomunikasikan & Mengimplementasikan SI Memelihara & Melakukan Perbaikan/Peningkatan SI Sistem Pelayanan Informasi RS Karya Medika Untuk saat ini Rumah Sakit Karya Medika masih menggunakan sistem pelayanan informasi yang transmission, yaitu dengan menggunakan buku jurnal sebagai proses data pasien yang kemudian disimpan dalam bentuk arsip per periode bulan. Contohnya adalah pelayanan untuk konsultasi atau berobat jalan. Tentu saja hal ini sangat tidak efektif dan menghabiskan banyak kertas karena data masih berupa sik. Dari segi keamanan data juga sangat rentan akan kerusakan yang dapat disebabkan hal-hal yang tak terduga seperti kebocoran, kebakaran, atau bahkan pencurian. Dilihat dari sisi keamanan pengolahan information arsip manual ini sangat riskan akanorth pengaksessan data oleh orang ang tidak berwenang dan tidak bertanggung jawab Pengembangan Sistem Informasi bidang Produksi Sistem Informasi Produksi termasuk dalam kerangka kerja Sistem Informasi Manajemen SIM secara keseluruhan. Sistem informasi Produksi lebih menekankan kepada proses produksi yang terjadi dalam sebuah lantai produksi, mulai dari input bahan mentah hingga output barang jadi, dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi. Subsistem Input yang mengumpulkan data dan informasi dari dalam perusahaan dan lingkungannya. a. Sistem informasi akuntansi Mengumpulkan information intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasok. Sebagai contoh, pegawai produksi memasukan information kedalam terminal dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media tersebut sering berbentuk dokumen dengan barcode yang dapat dibaca secara optik. Media lain meliputi dokumen dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis-garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut ditransmisikan kekomputer pusat untuk memperbarui database. b. Sub sistem industrial engineering IE Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran-saran perbaikan. Industrial engineering terdiri dari proyek-proyek pengumpulan data khusus dari dalam perusahaan yang menetapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu produksi. c. Sub sistem intelijen manufaktur Subsistem intelijen manufaktur berfungsi agar manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber-sumber pekerja, katerial dan mesin. Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen manufaktur adalah 1. Informasi pekerja, manajemen manufaktur harus memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak berjangka maupun borongan. 2. Sistem formal, manajemen manufaktur memulai arus informasi pekerja dengan menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan ke departemen sumber daya manusia. Sumber daya manusia kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai elemen lingkungan dan menhubungakan kepada pihak pelamar. 3. Sistem informal, arus informasi antar pekerja dan manajemen manufaktur sebagaian besar bersifat informal arus itu berupa chiliadontak harian antara pekerja dan manajer mereka. Kegiatan-kegiatanorth yang terjadi di dalam intelijen manufaktur a. Pengumpulan pendokumentasian information dari lingkungan b. Pengujian data, c. Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data. d. Keamanan information, untuk menghindari kerusakan serta penyalahgunaan data e. Pengambilan data, bisa dalam bentuk laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain. Databasetempat penyimpanan data. Database adalah suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut cara tertentu sehingga mudah dalam hal pengambilan kembali. Beberapa data dalam database adalah unik bagi fungsi produksi, tetapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain. Data yang masuk ke dalam database berasal dari subsistem input, yaitu a. Sumber Internal, terdiri dari SIA,dan Sistem Industrial Engineering IE Data internal merupakan information intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia SDM, material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesi’kasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain-lain. b. Sumber Eksternal, terdiri dari Intelijen Manufaktur. Data eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan environs yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Contoh information eksternal adalah data pemasok supplier, kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, ini biasanya berguna untuk perhitungan biayadalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses. Subsistem Outputyang mengubah information menjadi informasi Informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan information yang dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu produksi, persediaan dan kualitas, dimana ketiganya ini tidakmeninggalkan unsur biaya yang terjadi di dalamnya. a. Sub sistem produksi Adalah segala hal yang bersangkutan dengan proses yang terjadi disetiap divisi kerja ataupun departemen yang mengukur produksi dalam halwaktu, menelusuriaruskerjadarisatu langkah kdue east langkah berikutnya. b. Sub sistem persediaan Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena menggambarkan investasi yang besar. Tingkat persediaan suatu barang dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya, dan tingkat persediaan rata- rata dapat diperkirakan dari separuh chiliaduantitas pesanan ditambah safety stock. Subsistem persediaan memberikan jumlah stok, biaya property, safety stock , dan lain-lain berdasarkan hasil pengolahan information dari input. Subsistem persediaan biasanya memiliki proses pembelian purchasing dan penyimpanan inventory. Dan fungsi dari sub sistem persediaan adalah mengukur book akti’tas produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi bahan jadi. c. Southub sistem kualitas Adalah semua hal yang berhubungan dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier. Fungsi dari sub sistem kualitas adalah mengukur kualitas textile saat fabric diubah. Banyak hal lain yang bukan unsur mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses Process Control, Perawatan Maintenance, dan Spesi’kasi Speci’cation baik produk jadi maupun material. Subsistem kualitas mempunyai pendekatan khusus untuk meningkatkan kualitas produksinya dengan menggunakan total quality management TQM yaitu manajemen keseluruhan perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi semua pelanggan. TQM menyediakan kerangka kerja bagi semua akti’tas perusahaan yang berhubungan dengan kualitas. Dalam gerangka ini subsistem kualitas menyediakan bagian manajer informasi yang mengungkapkan seberapa jauh produk perushaan mencapai sasaran kualitas. d. Sub sistem biaya Komponen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada. Tujuan perusahaan manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan produknya. Oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan pernah terlepas unsur biaya yang terjadi di dalamnya. Subsistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi terjadi. Unsur-unsur pengendalian biaya ada dua yaitu standard kerja yang baik dan southwardistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya proses produksi yang akurat. Sub sistem biaya dibagi menjadi dua yaitu one. Biaya Pemeliharaan Biaya pemeliharaan atau biaya penyimpanan biasanya dinyatakan sebagai presentase biaya tahunan dari barang. Dan biaya tersebut mencakup faktor-faktor seperti 1000erusakan, pencurian, keusangan, pajak dan asuransi. two. Biaya Pembelian Adalah yang mencakup biaya-biaya yang terjadi southwardaat cloth dipesan, waktu pembelian, biaya telp, biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian dan sebagainya. Pengembangan Sistem Informasi bidang Pemasaran Sistem informasi pemasaran mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Subsistem intelejen pemasaran mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran. Subsistem peneliti pemasaran menlakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran. A. Komponen Model Pemasaran Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistertem informasi pemasaran banyak digunakan untuk menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi penentuan harga produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama,penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang paling optimal, pemilihan media iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan kredit. B. Komponen Basis Data Pemasaran Data yang digunakan oleh Subsistem out put berasal dari data base of operations. Beberapa information dalam data base of operations adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain. C. Komponen Output Pemasaran Tiap Subsistem out put menyediakan informasi tentang Subsistem itu sebagai bagian dari bauran Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk perusahaan. Subsistem promosi menyediakan informasi tentang kegiatan periklana perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga membantu manajer untuk membuat keputusan harga. D. Sistem Laporan Internal Dasar sistem informasi yang digunakan oleh manager pemasaran adalah Sistem Laporan Internal. Sistem ini melaporkan pesanan, penjualan, tingkat persediaan, utang piutang, dan lain-lain. Dengan menganalisis informasi- informasi ini manager dapat melihat ada atau tidaknya peluang atau masalah penting. Sistem ini terdiri dari 1. Sistem pesan, kirim, tagih Inti dari sistem laporan internal adalah siklus pesan, kirim, tagih. Petugas penjualan yang representatif , penyalur, dan pelanggan mengirim pesanan ke perusahaan. Departemen bagian pesanan meniapkan beberapa nota dan mengirimkan salinannya ke berbagai departemen bagian yang terkait. Nota pengiriman dan tagihan di kirimkan kepada pembeli dan dua salinannya dikirimkan pula kepada departemen bagian yang terkait. ii. Sistem laporan penjualan Manajemen pemasaran menerima laporan penjualan beberapa waktu setelah transaksi terjadi. Dalam hal ini managing director pemasaran sering menerima laporan penjualan terlambat. Untuk meningkatkan ketepatan waktu laporan penjualan, maka perlu di jadwalkan secara teratur. 3. Mengembangkan sistethou laporan yang berorientasi pada pemakai Dalam mengembangkan suatu sistem informasi penjualan yang mapan, perusahaan harus menghindari lubang-lubang perangkap. Pertama, informasi yang diterima managing director terlalu banyak, sehingga membingungkan bahkan memusingkan manager untbritain menelaahnya. Kedua, informasi yang diterima terlalu baru, sehingga belum mungkin dapat ditanggapi atau di telaah oleh manager. Oleh karena itu, sistem informasi pemasaran yang baik hendaklah sesuai dengan apa yang dibutuhkan, dan diinginkan managing director tersebut. Due east. Sistem Intelejen Pemasaran Marketing Intelligence Arrangement “A maketing intelligence system is a set of procedures and sources used by managers to obtain their every day information about pertinent evolution in the marketing environment.” Artinya Sistem intelejen pemasaran adalah seperangkat prosedur dan sumber yang dipergunakan oleh manager untuk memperoleh informasi harian mengenai perkembangan penting di dalam lingkungan pemasaran. Intelejen pemasaran merupakan pengamat dan penyelidik tentang situasi dan kondisi pasar sasaran. Dengan perkataan lain, intelejen pemasaran berusaha mencari dan meraih information dan informasi yang di butuhkan dan diinginkan oleh manager pemasaran. Cara melakukan pengamatan dan penyelidikan, manager perusahaan dapat menempuh 4 empat cara yaitu a. Pengamatan tanpa arah undirected viewing Yaitu menyingkapkan informasi secara umum tanpa ada tujuannya yang jelas. b. Pengamatan bersyarat conditioned viewing Yaitu penyingkapan informasi secara terarah dan lebih jelas, tanpa melakukan penelitian secara aktif. c. Penyelidikan tidak formal informal search Yaitu melakukan penyelidikan langsung, tetapi tidak dilakukan secara aktif, hanya sekedar mengumpulkan informasi –informasi tertentu. d. Penyelidikan formal formal search Yaitu melakukan penyelidikan secara teratur, disusun dengan suatu rencana, prosedur maupun metodologi yang jelas. Usaha melakukan intelejen pemasaran ini ada beberapa cara, yaitu 1. Pertama, manajer pemasaran melakukan sendiri dengan membaca referensi, dengan interview atau wawancara langsung dengan pelanggan, perantara, atau siapapun yang terkait. 2. Kedua, melatih dan memotivasi tenaga penjual sebagai mata- mata untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan, 3. Ketiga, membeli informasi dari luar. four. Keempat, bekerja sama dengan perantara agar menyampaikan informasi yang diperlukan. five. Kelima, membentuk pusat informasi pemasaran untuk menghimpun dan mengedarkan informasi pemasarannya. DAFTAR PUSTAKA Putra, Yananto Mihadi. 2018. “Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi”. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB – Universitas Mercu Buana Jakarta pelayanan-informasi-dan-pendaf/ ResearchGate has not been able to resolve whatsoever citations for this publication. ResearchGate has not been able to resolve any references for this publication. Source
SEORANGPENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 34. Dalam tahapan pengolahan yang tidak termasuk bagian dari pelaksanaan pembuatan adalah a. Merencanakan pembelian bahanC. identifikasi kebutuhanb. Keselamatan kerjad. proses pembuatan35. Berikut ini yang bukan termasuk kedalam proses pengaetan secara fisik yaitua. Pengawetan dengan suhu tinggic. pengawetan dengan pengeringanb. Pengawetan dengan suhu
Nurul4809 Nurul4809 Seni Sekolah Menengah Pertama terjawab Dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan yang harus diperhatikan adalah.... A. Perhatikan dengan cermat dan teliti B. Kenyamanan dlam rasa dan ketepatan pengolahan C. Merencanakan rancangan secara lengkap D. Apa hal pokok yang ditugaskan Iklan Iklan naufalazizh naufalazizh JawabanA. perhatikan dengan cermat dan telitiPenjelasanklo salah di maafkan ya! Iklan Iklan Pertanyaan baru di Seni Tuliskan Lirik lagu { hard boy }​ kemasan yang cocok untuk olahan buah dan sayuran​ kek mana cara membuat pertanyaan?​ Poster kegiatan adalah poster yg dibuat dengan tujuan... kegiatan barang jasa baguna … n bagian A1. bentuk yang serupa dengan objek elemen gambar pada pencipta mudah ditangkap dan dimengerti dalam waktu yang relatif sing … pandangan, kritik dan masukan orang penyuaraan terhadap pengucapan kata demi kata yang baik dan alat musik yang berfungsi untuk mengiringi lagu atau kelompok ansambel dengan jumlah peserta kurang dari 15 orang yang menciptakan suatu karya melakukan gerak dengan cara bergantian atau susul lighting digunakan untuk menyinari objek khususBagian BA. ansambel kecilB. koreograferC. opiniD. artikulasiE. membranoponeF. conreate formsG. letter Mark H. simpleI. spotlightJ. picture MarkK. harmonisL. striplingt M. canon​ Sebelumnya Berikutnya Iklan
Konsumsiadalah pengeluaran yang dilakukan guna memenuhi pembelian barang dan jasa untuk mendapatkan kepuasan maupun untuk memenuhi kebutuhannya. moda transportasi seperti motor yang digunakan untuk bepergian dari rumah ke tempat kerja termasuk ke dalam barang konsumsi. Barang konsumsi harus merupakan barang ekonomi yang diperoleh dengan
dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan yang harus diperhatikan adalah - Selamat datang di situs kami. Pada saat ini admin akan membahas seputar dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan yang harus diperhatikan IV D. Tahapan Pengolahan Prakarya SMP from merencanakan pembuatan karya pengolahan, yang harus diperhatikan adalah apa hal pokok yang ditugaskan. Kemudian, rencanakan pembuatannya dengan beberapa pilihan rancangan yang timbul dalam pikiranmu. Hal yang harus diperhatikan dalam proses produksi kerajinan tangan. dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan yang harus diperhatikan Merencanakan Pembuatan Karya Pengolahan Yang Harus Diperhatikan AdalahApa yang harus diperhatikan dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan? Berdasarkan tujuan pembuatan karya seni rupa, kita mengenal adanya karya seni rupa sebagai berikut di tampilkan harus memiliki judul yg lengkap. Pada proses desain yang harus diperhatikan adalah ukuran. Indah setyowati, dkk, berikut tiga hal yang perlu. dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan yang harus diperhatikan yang harus diperhatikan dalam membuat karya seni montase merencanakan pembuatan karya pengolahan, yang harus diperhatikan adalah apa hal pokok yang ditugaskan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, pengrajin atau pembuat kerajinan harus memperhatikan tiga hal dalam proses pembuatan produk kerajinan. hal hal yang harus diperhatikan dalam itu seorang pencipta karya seni harus tahu betul sifat dan karakter bahan yang pembuatannya dengan menghentikan beberapa pilihan rancangan yang timbul dalam pikiranmu. Tuangkan semua pikiran kreatifmu yang berkaitan dengan hal. Dalam pemindahan/penyaduran karya drama dituntut persyaratan² yg harus dipenuhi ,kecuali.?Pada umumnya sudah ada standar ukuran ideal berdasarkan dimensi manusia secara budaya harus utuh dalam keseluruhan teks tdk boleh dirubah tdk boleh berubah hanya sebagian yg boleh dirubah yg terdapat dalam teks asli kemungkinan terjadi pula dalam konteks budaya yg diadaptasi Lima hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan adalah. Berdasarkan tujuan pembuatan karya seni rupa, kita mengenal adanya karya seni rupa sebagai berikutTop 10 apa yang perlu diperhatikan dalam tahapan tersebut harus benar benar sudah jadi {kalau ingin di tampilkan} Pembuatan minuman kesehatan jus wortel dan tomat yang akan diuraikan berikut ini merupakan contoh, bukan harus dibuat. Kemudian, rencanakan pembuatannya dengan beberapa pilihan rancangan yang timbul dalam di tampilkan harus memiliki judul yg semua pikiran kreatifmu yang berkaitan dengan hal pokok yang ditugaskan dalam bentuk desain rancangan kerja secara tertulis,. Adapun yang harus diperhatikan adalah tahapan/proses pembuatan dalam membuat karya pengolahan agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat. Indah setyowati, dkk, berikut tiga hal yang itulah pembahasan tentang dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan yang harus diperhatikan adalah yang bisa kami sampaikan. Terima kasih sudah berkunjung pada website awak. supaya artikel yg beta bahas diatas menaruh manfaat pembaca lagi melimpah sendiri yg sudah pernah berkunjung di website ini. kami berharap anjuran dari semua golongan untuk pelebaran website ini biar lebih baik lagi.
karyapengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, dan aman bagi kehidupan manusia Dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan harus diperhatikan apa hal-hal pokok yang ditugaskan, kemudian merencanakan pembuatannya. Perencanaan pembuatannya dengan
– Rangkuman prakarya kelas 7 Bab V tentang Pengolahan Bahan pangan Buah Segar semester 1. Sahabat pendidikan, sebagai informasi awal bahwa melalui postingan ini saya akan memberikan sebuah materi hasil ringkasan dari buku mata pelajaran prakarya kelas 7 SMP. Untuk materi pelajaran prakarya yang akan di ringkas disini ialah materi prakarya kelas 7 SMP Bab 5 yang mengulas tentang Pengolahan Bahan pangan Buah Segar. Materi ini akan di pelajari pada pembelajaran di semester 1. Adapun jenis materi yang akan di pelajari pada prakarya kelas 7 Bab 5, yaitu antara lain sebagai berikut A. Pengertian Buah SegarB. Karakteristik Buah-buahanC. Kandungan dan Manfaat Buah-buahanD. Teknik Pengolahan Pangan1. Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah Moist Heat2. Teknik Pengolahan Pangan Panas Kering Dry Heat Cooking3. Teknik Pengolahan LainnyaE. Teknik Pengolahan Pangan1. Tahapan Pengolahan Bahan Pangan Buah-buahan Menjadi Makanan2. Tahapan Pengolahan Bahan Pangan Buah-buahan Menjadi MinumanF. Penyajian Kemasan Seperti kita ketahui bahwa Mata pelajaran Prakarya bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri siswa melalui produk yang dihasilkan sendiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar. Prakarya juga merupakan ilmu terapan yang mengaplikasikan pelbagai bidang ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah praktis yang secara langsung mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian mempelajari mata pelajaran prakarya tentunya akan sangat penting untuk menambah wawasan dalam berkreasi. Dalam mempelajari mata pelajaran prakarya di jenjang SMP Ruang lingkup mata pelajaran prakarya yang akan di pelajari meliputi empat aspek diantaranya yaitu sebagai berikut 1. Aspek Kerajinan 2. Aspek Rekayasa 3. Aspek Budidaya 4. Aspek Pengolahan. Perlu dipahami bahwa Dimana dari ke empat aspek tersebut maka peserta didik yang akan belajar materi prakarya diharapkan mampu untuk membuat produk dengan memanfaatkan potensi dari alam sekitar. sebagai seorang pendidik dan juga sebagai sebagai seorang siswa yang akan melakukan proses belajar mengajar di sekolah maka buku pelajaran yang berisi materi merupakan salah satu bahan pembelajaran yang sangat penting untuk di gunakan. Dalam belajar mata pelajaran Prakarya khususnya pada jenjang SMP maka buku paket pelajaran Prakarya kurikulum 2013 menjadi bahan pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dan siswa sebagai jembatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Pada postingan ini saya akan mencoba untuk membagikan materi prakarya kelas 7 Bab 5 tentang Pengolahan Bahan pangan Buah Segar yang akan di pelajari pada pembelajaran di semester 1. Materi yang akan saya sajikan di kesempatan kali ini sudah diringkas dan juga sudah dilengkapi dengan rangkuman materinya sehingga akan memudahkan bagi para guru dan siswa yang akan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran. Semua ringkasan materi yang di sajikan pada postingan ini merupakan hasil materi yang bersumber dari buku siswa prakarya kelas 7 SMP kurikulum 2013 edisi revisi terbaru. Semoga anda yang akan menggunakan materi ringkasan ini bisa sangat terbantu dalam memudahkan anda untuk belajar mata pelajaran prakarya di kelas 7 SMP. Bagi para peserta didik/siswa yang akan belajar materi prakarya kelas 7 SMP Bab 5 tentang Pengolahan Bahan pangan Buah Segar, maka ada beberapa manfaat dan tujuan pembelajaran yang diharapkan untuk bisa dicapai. Berikut ini beberapa tujuan pembelajarannya Setelah mempelajari Bab ini, peserta didik mampu 1. Menyatakan pendapat tentang keragaman bahan pangan buah segar sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur kepada Tuhan serta bangsa Indonesia. 2. MengidentiÄkasi karakteristik, kandungan dan manfaat, teknik pengolahan serta memahami pengertian bahan pangan buah segar yang terdapat di wilayah setempat berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan. 3. Merancang pengolahan bahan pangan buah segar berdasarkan orisinalitas ide yang jujur terhadap diri sendiri 4. Membuat, menguji dan mengomunikasikan karya pengolahan bahan pangan buah menjadi makanan dan minuman sesuai kebutuhan wilayah setempat berdasarkan teknik dan prosedur yang tepat dengan perlu disiplin dan rasa tanggung jawab. Setelah mengetahui beberapa tujuan yang di harapkan untuk bisa dicapai oleh para peserta didik seperti pada penjelasan diatas, maka berikut ini tampilan atau sajian ringkasan dan rangkuman materi prakarya kelas 7 SMP Bab 5 Semester 1 tentang Pengolahan Bahan pangan Buah Segar di bawah ini. BAB V PENGOLAHAN BAHAN PANGAN BUAH SEGAR A. Pengertian Buah Segar Buah-buahan merupakan menu penting makanan sehari-hari kita, karena buah memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Secara harÄah pengertian dari buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan sudah dapat dikonsumsi secara langsung. Buah segar dapat dimakan langsung tanpa diolah terlebih dulu, karena rasanya sudah beraneka, segar, bentuk dan warnanya menarik. Buah merupakan salah satu ciptaan Tuhan yang sangat patut kita jaga dan lestarikan agar buah dapat dinikmati oleh umat manusia sepanjang masa. Buah segar termasuk makanan yang sangat disukai karena kaya nutrisi yang baik untuk pertumbuhan, kesehatan dan kecantikan tubuh manusia. B. Karakteristik Buah-buahan Berdasarkan sifatnya, buah-buahan dikelompokan menjadi beberapa golongan sebagai berikut. 1. Berdasarkan Musim Berbuahnya a. Buah musiman adalah buah yang hanya ada di waktu musim tertentu. Pada suatu saat berbuah banyak dan pada saat lain tidak berbuah sama sekali. Contohnya buah duren, mangga, kedondong, duku, dan rambutan. b. Buah sepanjang tahun adalah jenis buah-buahan yang tersedia sepanjang tahun. Buah ini dihasilkan dari tanaman yang berubah sepanjang tahun tidak tergantung musim. Buah yang dapat kita nikmati kapan saja, yang sepanjang tahun tersedia. Contohnya nanas, pisang, pepaya, jambu air, jambu biji, markisa dan sebagainya. 2. Berdasarkan iklim tempat tumbuhnya a. Buah tropis, buah-buahan dari tanaman yang tumbuh di iklim panas atau tropis dengan suhu udara sekitar 25°C atau lebih. Contohnya pisang, pepaya, nanas, mangga, rambutan, dan durian. b. Buah subtropis, buah dari tanaman yang tumbuh di iklim sedang atau di daerah yang mempunyai suhu udara maksimum 22°C. Contohnya apel, jeruk, stroberi, anggur, dan sebagainya. 3 Berdasarkan proses pematangannya a. Buah klimaterik, yaitu buah yang setelah dipanen dapat menjadi matang hingga terjadi pembusukan. Proses pematangan buah dalam fase klimaterik ditandai dengan perubahan warna, tekstur dan bau buah. Contohnya pisang, mangga, pepaya, jambu biji, apel dan sebagainya. b. Buah non klimaterik, yaitu buah yang setelah dipanen tidak akan mengalami proses pematangan tetapi langsung ke arah pembusukan. Contohnya semangka, anggur, jambu air, dan nanas. C. Kandungan dan Manfaat Buah-buahan Telah diteliti oleh para ahli pendidikan bahwa setiap buah sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, karena setiap buah memiliki kandungan vitamin dan nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat. Berikut ini kandungan dan manfaat dari beberapa buah-buahan. 1. Jambu Biji Jambu biji Psidium guajava kaya akan kandungan dan manfaat. Jambu biji memiliki vitamin C empat kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Vitamin C berfungsi melancarkan kerja otak dan peredaran darah. 2. Advokad Avokad Avocado memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Kandungan lemak nabati yang tinggi dan tak jenuh bermanfaat untuk menurunkan kolestrol LDL kolestrol jahat sehingga berguna untuk mencegah stroke, penyakit jantung, darah tinggi dan kanker 3. Pepaya Pepaya Carica papaya tumbuh sepanjang tahun dan kaya akan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Sangat bermanfaat untuk melancarkan percernaan. 4. Belimbing Belimbing Averrhoa Carambola rasanya manis segar dan berbentuk bintang jika dipotong. Kandungan gizi belimbing memiliki banyak vitamin C dan serat yang cukup besar, vitamin A, E dan B kompleks. Kandungan pada buah belimbing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan antara lain meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C yang tinggi, melindungi tubuh dari radikal bebas dengan adanya antioksidan alami. Belimbing dapat juga menurunkan tekanan darah tinggi dan mengatasi penyakit batuk. D. Teknik pengolahan pangan Adapun teknik dasar pengolahan bahan pangan dibedakan menjadi dua yaitu teknik pengolahan makanan panas basah moist heat dan teknik pengolahan panas kering dry heat cooking. 1. Teknik pengolahan pangan panas basah Moist Heat Teknik pengolahan makanan panas basah moist heat adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Suhu cairan pada teknik pengolahan makanan panas basah tidak pernah lebih dari suhu didih. Berikut ini yang termasuk teknik pengolahan pangan panas basah a. Teknik merebus Boiling b. Teknik merebus menutup bahan pangan Poaching c. Teknik merebus dengan sedikit cairan Braising d. Teknik menyetup/menggulai Stewing e. Teknik mengukus Steaming f. Teknik mendidih Simmering g. Teknik mengetim 2. Teknik pengolahan pangan pans kering Dry Heat Cooking Teknik pengolahan panas kering dry heat cooking adalah mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Yang termasuk teknik pengolahan pangan panas kering, sebagai berikut a. Teknik menggoreng dengan minyak banyak Deep Frying b. Teknik menggoreng dengan minyak sedikit Shallow Frying c. Teknik menumis Sauteing d. Teknik memanggang Baking e. Teknik membakar Grilling 3. Teknik pengolahan pangan lainnya a. Menghaluskan b. mencampur c. menyaring/memeras d. tidak dimasak E. Pembuatan Pengolahan Bahan Pangan buah segar menjadi makanan dan Minuman Hal yang penting harus diperhatikan dalam membuat karya pengolahan adalah tahapan/proses pembuatannya. Mengapa? Agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, dan aman bagi kehidupan manusia. Dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan harus diperhatikan apa hal-hal pokok yang ditugaskan, kemudian merencanakan pembuatannya. Perencanaan pembuatannya dengan menghentikan beberapa pilihan rancangan yang timbul dalam pikiranmu. Tuangkan semua pikiran kreatifmu yang berkaitan dengan hal pokok yang ditugaskan dalam bentuk desain rancangan kerja secara tertulis, dapat berupa gambar ataupun skema. Tetapkan hal apa yang akan dibuat, lalu buatlah rencana kerja pembuatan pengolahan secara lengkap sesuai tahapan pembuatan karya. Dalam pembuatan pengolahan hendaknya perlu memperhatikan keamanan dan kebersihan dalam bekerja serta keindahan dalam pengemasan maupun penyajian. Hal ini dimaksudkan agar dapat menarik bagi konsumen. F. Penyajian dan Kemasan Penyajian ataupun kemasan merupakan tahap akhir dari proses pembuatan produk olahan pangan. Penyajian/pengemasan memegang peranan penting dalam proses produksi pengolahan pangan karena akan menjadi daya tarik orang untuk memakannya atau konsumen untuk membelinya. Wadah penyajian digunakan jika kita makan di tempat penjualan. Penggunaan wadah kemasan biasanya untuk makanan yang dibawa pulang oleh pembeli. Penyajian/pengemasan produk pangan telah dilakukan sejak masa lampau. Biasanya, minuman tradisional tertentu disajikan atau dikemas dengan menggunakan buah itu sendiri, seperti minuman air nira dalam buluh bambu. Ada kriteria tertentu yang harus diperhatikan dalam pemilihan wadah penyajian/kemasan, antara lain sebagai berikut. 1. Bahan kemasan/wadah penyajian tidak berbau sehingga tidak memengaruhi atau mengubah rasa dari produk pangan olahan. 2. Bahan kemasan/wadah penyajian memiliki kekuatan sebagai tempat produk pangan olahan. 3. Bahan kemasan/wadah penyajian mudah didapat. 4. Bahan kemasan/wadah penyajian aman bagi kesehatan dan bersih. Adapun tempat penyajian ataupun kemasan untuk makanan dan minuman yang biasa digunakan masyarakat terbuat dari kertas, plastik, ataupun styrofoam, sedangkan wadah penyajian umumnya berbahan gelas kaca Demikianlah ringkasan materi prakarya kelas 7 Bab 5, dan berikut ini rangkuman materinya 1. Pengolahan pangan adalah teknologi yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selaku konsumen. 2. Peran teknologi pengolahan pangan dalam bentuk perancangan produk, pengolahan bahan baku, tindak pengawetan, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran serta distribusi produk ke konsumen. 3. Setiap hari perlu mengonsumsi agar asupan kebutuhan nutrisi cukup bagi kesehatan tubuh kita. 4. Kandungan nutrisi yang utama dalam buah-buahan adalah air, vitamin dan mineral, serat, antioksidan, dan karbohidrat. 5. Kandungan vitamin dan mineral pada buah berguna untuk mengatur berbagai proses dalam tubuh, membantu pembentukan energi, serta proses berpikir. 6. Pengertian dari buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan sudah dapat dikonsumsi secara langsung. 7. Berdasarkan sifatnya buah-buahan dikelompokan menjadi beberapa golongan yaitu berdasarkan musim berbuahnya, iklim tempat tumbuhnya, dan proses pematangannya. 8. Sifat buah-buahan berdasarkan musim berbuahnya meliputi buah musiman dan buah sepanjang tahun. 9. Sifat buah-buahan berdasarkan iklim tempat tumbuhnya meliputi buah tropis dan buah sub tropis. 10. Berdasarkan proses pematangannya, sifat buah-buahan meliputi buah klimaterik dan buah nonklimaterik. 11. Teknik dasar pengolahan dibedakan menjadi dua yaitu, teknik pengolahan pangan panas basah moist heat dan teknik pengolahan pangan panas kering dry heat cooking. Demikianlah ringkasan dan rangkuman materi prakarya kelas 7 SMP Bab 5 semester 1 tentang Pengolahan Bahan pangan Buah Segar. Semoga sajian materi yang telah di ringkas tersebut dapat membantu para siswa yang akan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran baik untuk pembelajaran di sekolah maupun di rumah dan Terimakasih
Agardapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan dan aman bagi kehidupan manusia. dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan harus diperhatikan apa hal-hal pokok yang ditugaskan, kemudian merencanakan pembuatannya.
Mengolah buah segar menjadi makanan dan minuman, Hal yang penting harus diperhatikan dalam membuat karya pengolahan adalah tahapan/proses pembuatannya. Mengapa? Agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, dan aman bagi kehidupan manusia. Mengolah buah segar menjadi makanan dan minuman, dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan harus diperhatikan apa hal-hal pokok yang ditugaskan, kemudian merencanakan pembuatannya. Perencanaan pembuatannya dengan menghentikan beberapa pilihan rancangan yang timbul dalam pikiranmu. Tuangkan semua pikiran kreatifmu yang berkaitan dengan hal pokok yang ditugaskan dalam bentuk desain rancangan kerja secara tertulis, dapat berupa gambar ataupun skema. Tetapkan hal apa yang akan dibuat, lalu buatlah rencana kerja pembuatan pengolahan secara lengkap sesuai tahapan pembuatan karya. Dalam pembuatan pengolahan hendaknya perlu memperhatikan keamanan dan kebersihan dalam bekerja serta keindahan dalam pengemasan maupun penyajian. Hal ini dimaksudkan agar dapat menarik bagi konsumen. Agar suatu produk pengolahan berhasil dengan baik perlu memperhatikan tahapan/proses pembuatan pengolahan pangan sebagai berikut. Perencanaan Identifikasi Kebutuhan Besok sesuai pulang sekolah Rahma bersama teman-temannya merencanakan untuk belajar kelompok di rumah. Pulang sekolah tentu badan lelah dan kepanasan. Rahma ingin menyiapkan suatu makanan yang dapat menyegarkan tubuh, mudah membuatnya, dan cepat. Ide/Gagasan Tercetus ide dalam benak Rahma untuk membuat makanan “Rujak Buah dengan Bumbu Ulek Gula Jawa Kacang” agar dapat menyegarkan tubuh di saat udara panas. Buah-buahan yang manis dan asam menjadi pilihan agar tubuh terasa segar sehingga membangkitkan semangat untuk belajar kelompok. Membuat rujak buah dengan bumbu gula jawa kacang ulek dapat dikerjakan bersama dan tidak lama dalam pembuatan. Pelaksanaan Persiapan a Membeli buah-buahan dan bahan lainnya di pasar. Pilih buah yang masih segar. b Mencuci peralatan yang dibutuhkan sebelum digunakan. c Mempersiapkan bahan buah sudah dikupas dan dicuci dan gula jawa sudah dicairkan agar pembuatan rujak lebih cepat. Bahan buah untuk rujak ulek jeruk bali, nanas, bengkuang, jambu air, kedondong, dan papaya, Bahan bumbu ulek gula jawa kacang untuk rujak buah pisang batu, garam, terasi, cabai rawit, kacang tanah, gula jawa, dan air. Alat pembuatan rujak buah Pisau, Cobek, Kertas cokelat, Kantong plastic Proses Pembuatan a Kupas semua buah. b Hasil kupasan buah disimpan dengan rapi sesudah dicuci bersih. c Gula jawa dikentalkan dengan air. d Kacang tanah digoreng. Pembuatan Bumbu Haluskan bumbu satu per satu a Pisang batu; b Terasi, garam, cabai dan gula jawa cair ulek hingga halus; c Kacang tanah goreng jangan diulek terlalu halus agar ada rasa sensasi saat memakannya; d Ulek seluruh bahan bumbu sampai menyatu. Pemotongan Buah Iris buah satu per satu a Bengkuang dan mangga; b Nanas dan kedondong; c Pepaya, jambu air, dan jeruk bali Penyajian dan Pengemasan Penyajian Rujak Buah dengan bumbu Ulek Gula Jawa Kacang a Rujak disajikan terpisah dari bumbunya. b Rujak disajikan dengan disiram bumbu gula jawa. Pengemasan Rujak Buah dengan bumbu Ulek Gula Jawa Kacang, a Siapkan kantong plastik kecil. b Masukkan bumbu gula jawa ke dalam kantong plastik dan ikat dengan rapi bumbu gula jawa rujak ulek. c Siapkan kertas pembungkus berwarna cokelat, bentuklah wadah dan tuangkan buah rujak potong ke dalamnya. d Lipat dengan rapi, bungkus, dan ikat dengan karet. Baca juga Mengenal Wilayah Mesir Evaluasi Di akhir pembuatan pengolahan bahan pangan buah menjadi makanan, ujilah hasilnya dengan cara mencoba/merasakan makananmu. Jika ada yang kurang sesuai, buatlah catatan evaluasinya sebagai bahan masukan dan bahan perbaikan saat akan membuat makanan olahan bahan lain di lain waktu. – Pangan aman adalah hak setiap orang. Pangan yang aman tidak hanya akan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh. Guna menjaga keamanan pangan, kita perlu mengikuti prosedur untuk membersihkan bahan makanan sebelum memprosesnya. Namun hal ini belum cukup. Sejumlah bakteri mungkin saja masih bercokol di bahan makanan. Bakteri bahkan bisa saja masih bertahan setelah proses pengolahan bahan pangan. Bila kondisi ini terjadi, bagaimana mungkin kita dapat menyediakan pangan aman bagi keluarga. Berikut ini adalah 6 tips yang perlu diperhatikan dalam mengolah dan menyediakan bahan pangan aman bagi keluarga 1. Kenali sumber bahan pangan Beberapa sumber pangan kerap kali terpapar berbagai sumber penyakit. Terkadang air yang digunakan untuk membersihkan bahan pangan juga terpapar kuman. Mengetahui dengan pasti dari mana sumber air dan bahan pangan akan lebih aman bagi keluarga. Kita juga bisa membuat pilihan jika air dan pangan yang akan diskonsumsi ternyata tidak aman. 2. Cuci tangan, alat masak dan bahan makanan Bakteri dapat berkembang di mana saja. Membersihkan bahan pangan tidak cukup untuk menyingkirkan kuman penyebab penyakit ini. Proses pengolahan juga harus diawasi. Sebaiknya, pastikan dapur dan seluruh alat masak dalam kondis yang bersih. Hal yang sama sebaiknya juga dilakukan pada tangan sebelum memasak ataupun menyantap hidangan. 3. Pemisahan bahan pangan Pemisahan bahan pangan dapat mencegah terjadinya kontaminasi. Sebaiknya pisahkan pangan berbahan hewani, misal seafood, daging, telur, ikan, atau unggas dari bahan ketika belanja tau memasak. Gunakan papan potong dan alat lain yang beda untuk pangan hewani dan non-hewani. 4. Proses memasak Proses pengolahan makanan yang baik akan mencegah masuknya bakteri penyebab penyakit patogen ke dalam tubuh. Proses memasak sebaiknya didasarkan pada waktu dan suhu. Jangan hanya mengandalkan mata untuk menentukan matang tidaknya makanan. Apabila memungkinkan, gunakan termometer atau alat pengukur suhu memastikan apakah makanan sudah dimasak pada suhu yang ditentukan. Hindari pula konsumsi makanan yang tidak dimasak tuntas, terutama jenis makanan sepert daging, telur dan adonan kue. Hal ini hanya mengundang bakteri untuk masuk dan bersarang dalam tubuh. 5. Pendinginan Pendinginan bahan pangan akan memperlambat pertumbuhan bakteri. Pastikan suhu penyimpanan tidak sekedar bersuhu ruang 24°C, atau hangat. Suhu tersebut tidak akan membuat bakteri memperlambat pertumbuhannya. Sebaiknya, dinginkan bahan pangan hewani dan nabati yang mudah rusak selama dua jam, atau merendamnya dalam air yang sangat panas 100°C bila belum akan segera dimasak. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram “ News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca berikutnya – Pangan aman adalah hak setiap orang. Pangan yang aman tidak hanya akan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh. Guna menjaga keamanan pangan, kita perlu mengikuti prosedur untuk membersihkan bahan makanan sebelum memprosesnya. Namun hal ini belum cukup. Sejumlah bakteri mungkin saja masih bercokol di bahan makanan. Bakteri bahkan bisa saja masih bertahan setelah proses pengolahan bahan pangan. Bila kondisi ini terjadi, bagaimana mungkin kita dapat menyediakan pangan aman bagi keluarga. Berikut ini adalah 6 tips yang perlu diperhatikan dalam mengolah dan menyediakan bahan pangan aman bagi keluarga 1. Kenali sumber bahan pangan Beberapa sumber pangan kerap kali terpapar berbagai sumber penyakit. Terkadang air yang digunakan untuk membersihkan bahan pangan juga terpapar kuman. Mengetahui dengan pasti dari mana sumber air dan bahan pangan akan lebih aman bagi keluarga. Kita juga bisa membuat pilihan jika air dan pangan yang akan diskonsumsi ternyata tidak aman. 2. Cuci tangan, alat masak dan bahan makanan Bakteri dapat berkembang di mana saja. Membersihkan bahan pangan tidak cukup untuk menyingkirkan kuman penyebab penyakit ini. Proses pengolahan juga harus diawasi. Sebaiknya, pastikan dapur dan seluruh alat masak dalam kondis yang bersih. Hal yang sama sebaiknya juga dilakukan pada tangan sebelum memasak ataupun menyantap hidangan. 3. Pemisahan bahan pangan Pemisahan bahan pangan dapat mencegah terjadinya kontaminasi. Sebaiknya pisahkan pangan berbahan hewani, misal seafood, daging, telur, ikan, atau unggas dari bahan ketika belanja tau memasak. Gunakan papan potong dan alat lain yang beda untuk pangan hewani dan non-hewani. 4. Proses memasak Proses pengolahan makanan yang baik akan mencegah masuknya bakteri penyebab penyakit patogen ke dalam tubuh. Proses memasak sebaiknya didasarkan pada waktu dan suhu. Jangan hanya mengandalkan mata untuk menentukan matang tidaknya makanan. Apabila memungkinkan, gunakan termometer atau alat pengukur suhu memastikan apakah makanan sudah dimasak pada suhu yang ditentukan. Hindari pula konsumsi makanan yang tidak dimasak tuntas, terutama jenis makanan sepert daging, telur dan adonan kue. Hal ini hanya mengundang bakteri untuk masuk dan bersarang dalam tubuh. 5. Pendinginan Pendinginan bahan pangan akan memperlambat pertumbuhan bakteri. Pastikan suhu penyimpanan tidak sekedar bersuhu ruang 24°C, atau hangat. Suhu tersebut tidak akan membuat bakteri memperlambat pertumbuhannya. Sebaiknya, dinginkan bahan pangan hewani dan nabati yang mudah rusak selama dua jam, atau merendamnya dalam air yang sangat panas 100°C bila belum akan segera dimasak. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram “ News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Baca berikutnya
Apayang harus diperhatikan dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan? - 139007 AnnisaMazhr AnnisaMazhr 17.04.2014 Seni Sekolah Menengah Pertama terjawab Apa yang harus diperhatikan dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan? 1 Lihat jawaban Dijawab yaaaa,plis,penting Penyampaian pesan yang ada dalam seni teater melalui dialog
Vionanj8 Memuat desain,bahan berkualitas,manusia yang handal,peralatan yang dbutuhkan dan material 0 votes Thanks 1
Agardapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan, dan aman bagi kehidupan manusia Dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan harus diperhatikan apa hal-hal pokok yang ditugaskan, kemudian merencanakan pembuatannya.
Memuat desain,bahan berkualitas,manusia yang handal,peralatan yang dbutuhkan dan material
. 6nszfia34x.pages.dev/4866nszfia34x.pages.dev/4566nszfia34x.pages.dev/2636nszfia34x.pages.dev/4996nszfia34x.pages.dev/1516nszfia34x.pages.dev/26nszfia34x.pages.dev/2156nszfia34x.pages.dev/106
dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan yang harus diperhatikan adalah