Jakarta - Indonesia mempunyai dua destinasi yang rawan dengan penipuan. Sayangnya, destinasi-destinasi itu justru terkenal dan menjadi favorit kebanyakan wisatawan. Jangan kaget, kedua destinasi itu adalah Yogyakarta dan Bali!Bali dan Yogya adalah destinasi yang sempurna. Anda bisa bermain di pantai-pantai yang cantik, wisata belanja ke pasar-pasar tradisional, atau menyelami kebudayaan yang unik di Bali dan Yogya. Akan tetapi, Anda harus lebih waspada saat berkunjung ke sana. Sebabnya, kedua tempat itu juga dikenal rawan situs budget travel yang dikunjung detikTravel, Kamis 31/1/2013, Bali merupakan salah satu dari 10 destinasi populer di dunia yang terkenal rawan penipuan. Beberapa destinasi di Bali yang terdapat monyet-monyet liar, adalah tempat yang rawan oleh penipuan. Mengapa? Monyet-monyet liar tersebut dikenal gemar mencuri barang-barang wisatawan. Jika barang Anda terambil, maka oknum-oknum tertentu akan datang dan menawarkan jasa pengembalian barang. Ketika barang Anda kembali ke tangan, oknum tersebut pun meminta tip sebagai pembayaran jasa. Inilah jenis penipuan yang merugikan wisatawan di menghindari hal ini, ada baiknya Anda menyimpan dengan tepat barang-barang berharga. Simpanlah gadget di dalam tas yang terkunci dengan rapat, atau peluklah tas Anda dan jangan sampai lepas dari kisah d'traveler yang mengalami penipuan di Bali juga dapat Anda jadikan pelajaran. Seperti pengalaman Desti Fitriani, seorang dosen yang menceritakan kisahnya kepada redaksi bercerita, suatu waktu dia pergi ke Bali bersama suami dan anak ke Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali. Saat datang ke sana, ada sekelompok pemuda yang menjaga di parkiran dan memaksa sang suami untuk memakai sarung, karena menggunakan celana pendek."Suami saya tahu aturannya, maka dia membawa sarung sendiri. Tapi, mereka masih memaksa suami saya untuk memakai sarung dari mereka. Akhirnya kami tolak dengan tegas, karena membawa sarung sendiri," kata menambahkan, setelah itu mereka memaksa menjadi pemandu dengan alasan, nanti dapat menggangu orang yang beribadah kalau salah masuk. "Kami sudah tahu aturan dan sopan santun masuk ke pura. Akhirnya mereka minta ongkos pemandu Rp untuk jadi pemandu, tapi kita tawar menjadi Rp 20 ribu saja," ungkap sampai di situ, rupanya informasi yang diberikan oleh mereka tentang Pura Besakih hanya informasi standar. Parahnya, si pemandu meninggalkan mereka begitu saja di halaman Pura Besakih!Para oknum tersebut juga menakut-nakuti selama perjalan. Mereka berujar bahwa perjalanan dari tempat parkir ke pura sangat jauh dan menanjak. Sehingga, mereka menawarkan ojek yang dapat mengantarkan ke tempat tujuan."Tapi kami lihat banyak warga lokal bejalan kaki dan kami jadi curiga. Kami menolak dan benar saja, perjalanan dari tempat parkir ke Pura Besakih nggak jauh-jauh amat," kata Desti Bali, Yogyakarta pun dikenal sebagai destinasi yang rawan penipuan. Untuk di Yogya, penipuan yang kerap terjadi adalah ditodong biaya makan terlampau mahal di Malioboro atau di pengalaman pembaca detikTravel Susan, yang kena tipu di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Tepatnya, dia ditipu biaya makan di suatu restoran di sana."Bulan Juni 2012, saya dan teman berwisata ke Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Karena belum makan siang, kami berdua memutuskan untuk makan siang sesampainya di Pantai. Kami makan di rumah makan yang terletak di kanan jalan memasuki kawasan Pantai," kata itu, Susan memesan menu ikan bakar dan nasi tanpa minuman karena sudah bawa sendiri. Sebelumnya, Susan pun bertanya terlebih dulu tentang harga makanan."Saya menanyakan harga ikan 1 porsi dan penjual menjawab, 1 porsi ikan bakar harganya Rp Kami pun memesan 1 porsi saja, karena cukup untuk berdua," lanjut Susan makanan sudah tersedia di meja makan. Ada dua piring ikan bagian kepala dan ekor, satu bakul nasi, lalapan dan sambal. Karena lapar, mereka berdua makan dengan lahap. Akan tetapi, ada satu hal yang tidak mengenakan."Pas makan, saya menemukan masih ada daging yang mentah di bagian ekor. Sedikit kesal, kami pun bergegas membayar dan menyudahi makan," ungkap apa yang terjadi?"Kami kaget setengah mati sewaktu akan membayar. Penjual menyebutkan harga Rp untuk makanan yang kami makan separo saja, karena daging ikan masih mentah. Kami pun meminta perincian harga sambil terheran-heran kok bisa semahal ini?" ujar pun lalu mengeluarkan rincian makanan tersebut 2 piring ikan seharga Rp 60 ribu, nasi putih seharga Rp 20 ribu, dan sambal serta lalapan seharga Rp 20 ribu. Duh!"Awalnya saya sedikit kesal dan bersiap mencaci penjual. Tapi, teman langsung membayar dan bergegas keluar dari rumah makan sambil mengumpat," tegas kisah-kisah penipuan di Bali dan Yogyakarta dapat menjadi pelajaran untuk Anda. Tetap waspada dan perbanyaklah informasi mengenai destinasi-destinasi setempat. Jika terkait dengan urusan jual beli, pastikan Anda tahu berapa yang harus Anda bayar, sebelum memutuskan untuk membeli. shf/shf
Jakarta- Sebuah dugaan penipuan di money changer Bali viral karena aksi seorang pemandu wisata. Kabarnya sudah sering terjadi, bagaimana reputasi Bali kini dan nanti? Aksi heroik seorang pemandu wisata di Bali, Bonik Ingunau, membantu seorang wisman asal Latvia , Thomas, viral di media sosial. Thomas yang mengaku kena tipu di sebuah money changer meminta bantuan Bonik, mantan pemandu wisatanya dulu.
Badung - Aksi penipuan dengan kedok money changer di Bali seakan jadi hal lumrah. Para pelaku tak segan menipu hingga jutaan rupiah dan turis pun sudah menjadi pemandu wisata sejak tahun 2017. Sejak berkecimpung di dunia pariwisata, dirinya sadar bahwa Bali masih punya PR besar, yaitu penipuan dengan kedok money tahun 2019 dirinya viral setelah membantu turis Singapura yang ditipu habis-habisan. Sang turis tadinya sudah pasrah untuk merelakannya. Tapi Bonik tak tinggal diam dan membantu turis tersebut mendapatkan uangnya kembali."Setelah itu, masih ada saja tamu-tamu saya yang kena tipu di money changer. Baru kemarin rombongan tur sekolah Singapura juga kena tipu," ucapnya pada anak-anak itu tadinya berencana untuk belanja setelah menukar uang. Namun, kenyataannya, mereka ditipu habis-habisan."Jumlahnya lumayan, ada mungkin Rp300 per orang diambil," turis-turis lain yang kena tipu sebenarnya sudah sadar bahwa money changer dengan harga rate yang tinggi adalah palsu. Tergiur dengan 'pertunjukkan' penghitungan uang di depan mata, turis-turis ini pun hanya bisa pasrah ketika kena tipu."Mereka tuh bilang ke saya, bingung kalau sudah kena tipu harus gimana. Mau balik lagi enggak enak tapi mau lapor ke siapa," lain yang membuat nyali korban ciut adalah gerombolan yang berada di depan money changer. Para penipu ini berkomplot dan mengerubungi korban sekaligus. Tentu saja, siapa pun yang kena tipu pasti akan merasa terancam dan takut senada juga dikatakan oleh Ida Bagus Kharisma, GM Segara Village Hotel. Staf hotelnya biasanya akan memberikan informasi dan imbauan terkait dengan kasus penipuan money changer."Turis ini juga sebenarnya sudah tahu, sudah kita kasih tahu. Tapi tetap saja, mereka tergiur dengan rate tinggi," jawabnya singkat. Simak Video "Modus Penipuan Oknum Money Changer Nakal di Bali" [GambasVideo 20detik] bnl/bnlWaspadalahPenipuan Travel ke Bali Murah. 14 Desember 2021 12:00 Diperbarui: 14 Desember 2021 19:22 364 1 0. +. Lihat foto. Sumber : wisatabaliku.com. Wisata memang menjadi suatu hal yang menyenangkan. Apalagi jika kita berkesempatan mendatangi tempat-tempat paling indah, eksotik, atau sesuatu yang membuat takjub. BULELENG, - Penanganan kasus dugaan penipuan yang menimpa sejumlah Pekerja Migran Indonesia PMI dilimpahkan ke Polda Bali. Akibat penipuan itu, sejumlah PMI asal Bali terkatung-katung di Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto menyampaikan, kasus ini dilimpahkan ke Polda Bali lantaran PMI yang menjadi korban tak hanya berasal dari Buleleng. "Memang korbannya PMI sebagian besar berasal dari Buleleng. Tapi ada juga yang dari kabupaten lain di Bali. Jadi diambil alih oleh Polda Bali," kata Andrian saat dikonfirmasi, Selasa 29/3/2022. Baca juga Besok, PMI Asal Bali yang Terkatung-katung di Turki Akan Dipulangkan Selain itu, AAKRS, seorang agen yang diduga sebagai otak penipuan saat ini masih berada di Turki. Sehingga, kasus itu akan lebih mudah diselidiki jika ditangani oleh Polda Bali."Terduga pelaku juga saat ini ada di Turki, mungkin itu penyebabnya kenapa berkasnya ditarik lagi oleh Polda," ungkapnya. Andrian menambahkan, berkas perkara kasus dugaan penipuan itu sudah diserahkan kembali ke Polda Bali pada hari ini, Selasa. Baca juga Kasus Pekerja Migran Terkatung-katung di Turki, Polisi Periksa 5 Saksi "Jadi setelah berkas ditarik lagi oleh Polda, maka penyidik di Polda Bali yang akan melakukan gelar perkara nanti," kata dia. Hasil pemeriksaan saksi juga telah diserahkan ke Polda Bali. Selanjutnya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polda Bali untuk penanganan kasus dugaan pengiriman PMI ke Turki itu. Sejauh ini, penyidik Polres Buleleng telah memeriksa enam orang saksi terkait kasus ini, termasuk seorang agen yang diduga merekrut para PMI dari Buleleng berinisial KP. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. .